Jenis Managemen Hidrologi yang Terbukti Menghasilkan Air Bersih

 

Jenis Managemen Hidrologi yang Terbukti Menghasilkan Air Bersih

Air merupakan sumber daya alam yang paling dibutuhkan oleh manusia. 90% lebih tubuh manusia  terdiri dari air dan setiap harinya manusia membutuhkan air baik untuk sanitasi maupun konsumsi.

Dengan adanya kebutuhan air yang banyak, mau tidak mau air perlu dikelola agar terhindar dari pencemaran dan terdistribusi dengan baik. Adapun ilmu khusus yang mempelajari pergerakan air, distribusinya hingga kualitas air adalah ilmu hidrologi yang merupakan cabang dari teknik sipil.

Kajian hidrologi dalam mengolah air dipaparkan cukup detail dari mulai metode, persiapan alat bahan, hingga harusnya menciptakan tempat khusus seperti gudang untuk menampung alat bahan, tentunya dengan bantuan kontraktor gudang agar sesuai standar pembangunan.

Managemen Pengolahan Air Bersih

Adapun teknik pengolahan dibagi ke beberapa bagian dari yang konservatif hingga terbilang modern, di antaranya:

1. Penyaringan pasir lambat

Sistem pengolahan air ini termasuk sistem yang paling sederhana di mana air hanya disaring oleh pasir. Mengenai hasil jangan ditanyakan lagi, hasil penyaringan air oleh pasir memiliki kualitas yang bagus. Hanya saja sesuai namanya, penyaringan mengunakan pasir terbilang sangat lambat.

2. Desalinasi air laut

Proses pengolahan air ini adalah mengambil air dari laut untuk dapan digunakan oleh manusia. Prosesnya adalah dengan menyedot air laut menggunakan pipa dengan kekuatan rendahh agar biota laut tidak ikut tersedot. Setelah itu air ditampung dalam bak penampungan dan disaring untuk memisahkan kotoran kecil dan besar. tahap berikutnya adalah menghilangkan kadar garam air dengan proses pemanasan. Setelah itu diberi mineral agar semakin bagus untuk dikonsumsi.

Sama halnya dengan pasir, proses ini juga sangat sederhana, murah dan ramah lingkungan.

3. Reverse osmosis

Teknologi pengolahan air ini adalah teknologi yang memfilter air dengan ketat menggunakan membran RO. Dasar pikiran dari teknologi ini adalah menyarring air sebersih-bersihnya hingga hanya satu unsur yang tersisa yaitu H2O, hal ini dikarenakan dalam proses penyaringan mineral lain ikut terbuang bersama air kotor. Asumsi dasar dari penyaringan ini adalaha dari sekitar 8 liter air hanya menghasilkan 2 liter air bersih tanpa mineral.

Adapun untuk gudang penyimpanan alat bahan pengolahan air tidaklah bisa sembarangan, artinya harus memenuhi standar-standar kebersihan tertentu. Salah satunya adalah berkonsultasi dengan jasa kontraktor gudang untuk mencapai standar tersebut.