Pro Kontra Maraknya Pembangunan Jalan Layang

Di perkotaan yang memiliki lalu lintas padat, jalan layang menjadi sebuah kontruksi yang tidak aneh lagi. Ya, salah satu manfaat pembangunan jalan layang ialah untuk mengurangi tingkat kemacetan. Jalan layang dibangun berdasarkan proklamasi pemerintah, beberapa investor & dirancangkan oleh perusahaan kontraktor.

 

Pembangunan Jalan Layang

Pembangunan Jalan Layang

Secara harfiah marga merupakan jalan yang beberapa meter ada di atas tanah (seperti jembatan) dengan disangga sambil beberapa tiang. Dalam pembuatannya, jalan layang membutuhkan perencanaan dan perhitungan kontruksi yang matang, material khusus, pegawai yang banyak dan tentunya waktu dan energi yang tidak sedikit. Dengan memilikinya kebutuhan ini, jalan layang tentu menghabiskan banyak amat biaya dalam pelaksanaannya. Dan kemudian apakah adanya solusi pembangunan jalan layang ini benar-benar efektif dalam mengurangi kemacetan? Jalan layang telah ada di Indonesia (khususnya) sejak puluhan tahun yang dan kemudian, lantas apakah ada petunjuk real yang menunjukkan penurunan tingkat kemacetan sejak sebelum adanya jalan layang hingga sekarang? Anda pasti tah jawabannya.

 

Pro Kontra Jalan Layang

Pembangunan jalan layang hingga kini masih memakuk pro dan kontra di kalangan masyarakat. Lalu segala sesuatu yang dapat kita naikkan dari adanya marga? Berikut penjabarannya:

1. Dampak eksplisit

  • Mengurangi konflik merging & divergin pada ramp menyerap dan keluar karena susukan terhadap jalan layang terpatok. Dengan adanya hal itu, masalah mobilitas dan aksesibilitas dapat terpecahkan.
  • Mengurangi emisi karbon yang dihasilkan medium. Hal ini terjadi karena kendaraan yang menaiki marga memiliki kecepatan yang kian tinggi, maka emisi yang dikeluarkan lebih rendah. Sesuatu ini berkebalikan dengan medium yang berkecepatan rendah yang justru mengeluarkan emisi karbon lebih tinggi.

2. Dampak negatif

  • Pembangunan jalan layang oleh jasa kontraktor telanjurkan menarik perhatian pengguna medium pribadi, sehingga masyarakat tambah banyak yang menggunakan medium pribadi. Dengan ini, maka tidak perlu waktu lambat jalanan akan kembali macet.
  • Penyangga marga yang menghalangi masuknya cahaya matahari di permukaan tanah dan jalan menimbulkan kekumuhan dan mengurangi estetika perkotaan.
  • Bagian bawah penyangga marga pun sering digunakan tempat parkir indah untuk sekedar berteduh atau pun keperluan lain oleh karena itu menimbulkan kepadatan kendaraan yang menumpuk di beberapa tutul.